Dari 22 Hari Jadi 10, Begini Kemenperin Percepat Sertifikasi TKDN
Ada perubahan menarik dalam proses sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Melalui aturan baru, waktu yang dibutuhkan untuk proses sertifikasi TKDN melalui Lembaga Verifikasi Independen (LVI) dipangkas dari sebelumnya 22 hari kerja menjadi 10 hari kerja untuk industri besar. Perubahan ini merupakan bagian dari reformasi kebijakan TKDN yang diatur dalam Permenperin No. 35 Tahun 2025, yang mulai berlaku pada 11 Desember 2025.
Dari 22 Hari Menjadi 10 Hari Kerja
Sebelumnya, proses sertifikasi TKDN melalui LVI membutuhkan waktu hingga 22 hari kerja.
Kini, waktu tersebut dipangkas menjadi 10 hari kerja untuk industri besar. Artinya, terdapat pengurangan waktu proses sebesar 12 hari kerja dibandingkan ketentuan sebelumnya.
Bagi perusahaan yang sedang mempersiapkan produk untuk kebutuhan pengadaan atau pasar yang membutuhkan sertifikasi TKDN, perubahan ini tentu cukup berarti.
Proses yang lebih singkat dapat membantu perusahaan menyusun jadwal sertifikasi dengan lebih efisien.
Bukan Sekadar Memotong Waktu
Percepatan ini merupakan bagian dari reformasi kebijakan TKDN yang dibangun Kementerian Perindustrian melalui beberapa pendekatan, termasuk insentif, penyederhanaan, kemudahan, dan kecepatan.
Jadi, perubahan waktunya bukan berdiri sendiri.
Kebijakan baru juga membawa beberapa perubahan lain dalam proses sertifikasi dan penghitungan TKDN, termasuk penyederhanaan metode tertentu dan kemudahan bagi pelaku industri.
Apa Artinya bagi Perusahaan?
Waktu verifikasi yang lebih singkat dapat memberikan beberapa keuntungan bagi perusahaan.
- Perencanaan sertifikasi lebih mudah.
Perusahaan memiliki gambaran waktu proses yang lebih singkat sehingga dapat menyesuaikan jadwal produksi, pengadaan, maupun kebutuhan administrasi. - Proses bisnis bisa bergerak lebih cepat.
Bagi perusahaan yang membutuhkan sertifikasi untuk mendukung proses bisnis tertentu, waktu tunggu yang lebih pendek dapat membantu mempercepat tahapan berikutnya. - Administrasi bisa lebih terencana.
Perusahaan dapat mengatur kesiapan dokumen dan data sebelum proses verifikasi dilakukan, sehingga proses sertifikasi dapat berjalan lebih terarah.
Tapi, 10 Hari Bukan Berarti Bisa Mulai dari Nol
Ini bagian yang perlu diperhatikan.
Pemangkasan waktu proses bukan berarti perusahaan bisa menyiapkan dokumen seadanya lalu berharap seluruh proses selesai dalam 10 hari.
Justru semakin cepat proses verifikasi, semakin penting perusahaan memiliki data yang siap ketika proses dimulai.
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain:
- data produk;
- struktur dan komponen produk;
- material atau bahan yang digunakan;
- data tenaga kerja;
- proses produksi;
- dokumen pendukung perhitungan TKDN; dan
- informasi lain yang dibutuhkan dalam proses verifikasi.
Semakin rapi data yang dimiliki, semakin mudah perusahaan mengikuti proses verifikasi sesuai ketentuan.
Cepat Bukan Berarti Mengurangi Ketelitian
Percepatan proses sertifikasi tetap perlu diikuti dengan kesiapan dan ketepatan data.
Bagaimanapun, proses verifikasi bertujuan memastikan nilai TKDN yang diperoleh sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Karena itu, perusahaan tidak seharusnya melihat perubahan ini hanya sebagai:
“Sekarang sertifikasi lebih cepat.”
Tetapi juga:
“Sekarang perusahaan perlu lebih siap ketika proses sertifikasi dimulai.”
TKDN 2026: Lebih Cepat, Tapi Tetap Perlu Persiapan
Reformasi TKDN memberikan arah baru dalam proses sertifikasi dengan menekankan aspek lebih murah, mudah, cepat, dan transparan.
Bagi perusahaan, perubahan waktu verifikasi dari 22 hari menjadi 10 hari kerja tentu menjadi perkembangan yang positif.
Namun, kecepatan proses tetap bergantung pada kesiapan perusahaan dalam menyediakan data dan memenuhi persyaratan yang berlaku.
Jadi, jangan menunggu proses sertifikasi dimulai untuk mencari dokumen yang dibutuhkan.
Persiapkan dari awal, supaya ketika waktunya tiba, perusahaan sudah siap diverifikasi.
Kesimpulan
Perubahan waktu sertifikasi TKDN dari 22 hari menjadi 10 hari kerja menjadi salah satu langkah dalam reformasi kebijakan TKDN terbaru.
Bagi perusahaan, proses yang lebih singkat dapat membantu membuat perencanaan sertifikasi menjadi lebih efisien.
Namun, kecepatan tetap perlu diimbangi dengan kesiapan data, dokumen, dan proses produksi.
Sertifikasinya boleh lebih cepat. Persiapannya jangan ikut diperlambat.
Tags: TKDN 2026, TKDN, Sertifikasi TKDN, Verifikasi TKDN, Permenperin 35 Tahun 2025, Industri Manufaktur, Regulatory Update, Industri Indonesia, LVI